TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Untuk menarik calon pembelinya, PT Sahid Inti Dinamika mengatur Pembiayaan Huniaan Syariah (PHS) apartemen yang bekerjasama dengan PT Bank Muamalat Indonesia. Kerjasama yang diresmikan melalui penandatangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) beberapa waktu lalu, maka PHS Sahid Condotel akan diatur sesuai dengan syarat syariah yang berlaku.
Presiden Direktur PT Sahid Inti Dinamika, Exacty B Sryantoro, mengatakan kerjasama yang dilakukan ini bertujuan untuk menarik investor agar dapat mengembangkan Sahid Jogja Lifestyle City. Menurutnya, investor sangat berperan untuk merealisasikan Sahid Jogja Lifestyle City yang akan terdiri dari apartemen dan condotel dengan total 400 kamar dan 196 apartemen.
Besarnya pangsa pasar investasi yang dimiliki DIY, membuat PT Sahid Inti Dinamika semakin yakin dapat merangkul investor potensial di DIY. Hal ini didukung oleh tingginya minat masyarakat untuk membeli Condotel miliknya. Sejak dipromosikan Juli lalu, condotel sudah terjual 30 persen.
"Kami menawarkan condotel berkonsep green building dengan lokasi yang strategis, sehingga dengan keunikan tersebut, proyek Sahid Jogja Lifestyle City yang akan menelan dana Rp450 miliar ini dapat diterima masyarakat dengan baik," paparnya, Selasa (11/9/2012).
Sementara itu, Kepala Regional Bank Muamalat Jawa Tengah dan DIY, Norcholis, sebagai upaya untuk meringankan pembiayaan rumah bagi nasabah. Menggandeng PT Sahid Inti Dinamika merupakan investasi penting mengingat perusahaan ini telah berpengalaman di bisnis perhotelan selama 30 tahun.
Norcholis mengungkapkan, PHS Bank Muamalat terus tumbuh seiring dengan inovasi, reposisi bisnis, dan pergantian logo yang dinamis. Dengan pertumbuhan PHS di Jateng dan DIY sebesar 24 persen yang mencapai Rp 100 miliar lebih, pihaknya gencar berekspansi dalam hal pembiayan syariah.
"Kami akan menangani pembiayaan untuk apartemen dengan konsep pembiayaan menggunakan akad syariah dalam jangka waktu 10 tahun dan bunga margin 9,99 persen. End user akan diseleksi dengan juklak Bank Muamalat," terangnya. (gya)
Presiden Direktur PT Sahid Inti Dinamika, Exacty B Sryantoro, mengatakan kerjasama yang dilakukan ini bertujuan untuk menarik investor agar dapat mengembangkan Sahid Jogja Lifestyle City. Menurutnya, investor sangat berperan untuk merealisasikan Sahid Jogja Lifestyle City yang akan terdiri dari apartemen dan condotel dengan total 400 kamar dan 196 apartemen.
Besarnya pangsa pasar investasi yang dimiliki DIY, membuat PT Sahid Inti Dinamika semakin yakin dapat merangkul investor potensial di DIY. Hal ini didukung oleh tingginya minat masyarakat untuk membeli Condotel miliknya. Sejak dipromosikan Juli lalu, condotel sudah terjual 30 persen.
"Kami menawarkan condotel berkonsep green building dengan lokasi yang strategis, sehingga dengan keunikan tersebut, proyek Sahid Jogja Lifestyle City yang akan menelan dana Rp450 miliar ini dapat diterima masyarakat dengan baik," paparnya, Selasa (11/9/2012).
Sementara itu, Kepala Regional Bank Muamalat Jawa Tengah dan DIY, Norcholis, sebagai upaya untuk meringankan pembiayaan rumah bagi nasabah. Menggandeng PT Sahid Inti Dinamika merupakan investasi penting mengingat perusahaan ini telah berpengalaman di bisnis perhotelan selama 30 tahun.
Norcholis mengungkapkan, PHS Bank Muamalat terus tumbuh seiring dengan inovasi, reposisi bisnis, dan pergantian logo yang dinamis. Dengan pertumbuhan PHS di Jateng dan DIY sebesar 24 persen yang mencapai Rp 100 miliar lebih, pihaknya gencar berekspansi dalam hal pembiayan syariah.
"Kami akan menangani pembiayaan untuk apartemen dengan konsep pembiayaan menggunakan akad syariah dalam jangka waktu 10 tahun dan bunga margin 9,99 persen. End user akan diseleksi dengan juklak Bank Muamalat," terangnya. (gya)
Penulis : Gaya Lufityanti || Editor : Theresia Tuti Andayani
Akses Tribunjogja.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunjogja.com






